Update templates

Resource


Rabu, 01 Mei 2013

Adaptasi Makhluk Hidup

Adaptasi adalah kemampuan mahluk hidup menyesuaikan diri dengan lingkungannya agar dapat bertahan hidup. Adaptasi ada tiga, yaitu :

1. Adaptasi Morfologi
Adaptasi Morfologi yaitu penyesuaian bentuk tubuh atau struktur tubuh tertentu dari suatu organisme terhadap lingkungannya.
a.) Adaptasi Morfologi pada Hewan
Contoh gambar :
Bentuk paruh Burung Burung Elang

Burung elang paruhnya kokoh, tajam dan melengkung digunakan untuk mencabik-cabik makanannya yaitu daging.
Burung Kolibri

Burung Kolibri atau burung mempunyai Paruh yang panjang dan lancip di gunakan untuk menghisap nektar pada bunga.
Burung Pelikan

Burng pelikan memiliki paruh yang besar, pipih dan panjang seperti gayung yang berguna untuk maraup ikan.
Bebek

Bebek memiliki paruh yang lebar dan pipih yang berguna untuk mengambil makanan yang ada didalam lumpur.
Burung gelatik

Burung gelatik memiliki paruh yang pendek dan kuat, sesuai makanannya yaitu padi.
Burung pelatuk

Burung pelatuk memakan serangga yang ada di lubang – lubang pohon memiliki paruh seperti alat pemahat.
Bentuk kaki pada burung
1. Burung rajawali kakinya kokoh dan kukunya melengkung tajam difungsikan untuk mencengkeram mangsa.

2. Bebek kakinya berselaput berfungsi untuk berenang di air.

3. Ayam kakinya kokoh dan kukunya runcing, berfungsi untuk mengais .

4. Burung pipit kakinya panjang dan kecil (langsing) berfungsi untuk bertengger .

5. Burung pelatuk kakinya kasar, kukunya runcing dan melengkung seperti pengait berfungsi untuk memanjat.

6. Kaki Burung bangau yang panjang dan kecil, berfungsi untuk mencari ikan didalam air 

Tipe Mulut Serangga
1. Kupu-kupu
Makanan kupu-kupu adalah nektar. Nektar terletak di bagian dasar bunga. Untuk mendapatkan nektar tersebut maka kupu-kupu mempunyai alat pengisap bentuknya panjang yang disebut probosis digunakan untuk mengisap nektar.

2. Nyamuk kutu dan nyamuk mempunyai rahang yang panjang dan runcing, yang berfungsi untuk menusuk kulit manusia atau hewan lain.

3. pada belalang, jangkrik dan kecoa mulutnya dilengkapi dengan rahang atas dan rahang bawah yang sangat kuat, tipe mulut tersebut dinamakan tipe penggigit.

4. lebah madu dan lalat mulutnya dilengkapi dngan alat penjilat atau bibir, tipe mulut tersebut disebut mulut penghisap dan penjilat.

b.) Adaptasi Morfologi Pada Tumbuhan
Berdasarkan Morfologinya Tumbuhan dibagi menjadi 3 yaitu
Jenis Tumbuhan
1 Tumbuhan Hidrofit
Tumbuhan hidrofit adalah tumbuhan yang hidup diair dalam waktu yang lama. Tumbuhan ini mengapung dipermukaan air, berdaun lebar dan tipis, memiliki lapisankutikula yang tipis dan mudah ditembus air. Contohnya adalah teratai dan eceng gondok.
b. Tumbuhan Higrofit
Tumbuhan higrofit adalah tumbuhan yang hidup di lingkungan yang basah..Tumbuhan ini memiliki ciri daun yang lebar untuk mempercepat penguapan. Contohnya adalah keladi.
gb. Keladi
c. Tumbuhan xerofit
Tumbuhan xerofit adalah tumbuhan yang hidup di daerah yang sedikit air, seperti gurun pasir. Ciri-ciri tumbuhan ini adalah berdaun tebal dan berduri untuk mengurangi penguapan. Tumbuhan xerofit memiliki jaringan penyimpan air di dalam batangnya yang tebal dan dilapisi oleh lapisan lilin. Contohnya Kaktus
Gb. Kaktus
2. Adaptasi Fisologi
Adaptasi fisiologi adalah penyesuaian fungsi kerja alat-alat tubuh suatu organisme terhadap lingkungannya.
Contoh Adaptasi Fisiologi
1. Adaptasi terhadap sistem pencernaan
Hewan-hewan herbivor beradaptasi terhadap makanan
secara fisiologis. Sapi, kambing, kerbau, dan domba
merupakan hewan herbivor yang dapat mencerna zat makanan di dalam lambung. Rayap dan Teredo navalis yang hidup di kayu galangan kapal dapat mencerna kayu dengan bantuan enzim selulose.
Gambar sapi

2. Tumbuhan pemakan serangga (insektivora)
.Contoh tumbuhan pemakan serangga adalah tumbuhan venus.Tumbuhan ini memiliki jebakan atau trap (modifikasi dari daun) yang dapat tertutup bila ada serangga yang masuk di antara rambut-rambut trap tersebut. Didalam trap tersebut juga diproduksi cairan asam enzimatik yang akan menguraikan jaringan hidup, mengubahnya menjadi bentuk yang dapat dimakan oleh tanaman tersebut. Ketika proses pencernaan telah selesai maka trap akan membuka kembali, dan menyisakan struktur seperti rangka sedangkan materi nitrogen telah digunakan oleh tanaman sebagai nutrisi.Selain venus tumbuhan yang memakan serangga yaitu kantung semar dan embun matahari.
Gb. Venus Flytrap
3. Adaptasi Tingkah Laku
Adaptasi tingkah laku adalah perubahan perilaku suatu organisme untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya.Beberapa contoh adaptasi tingkah laku adalah sebagai berikut:
No. Contoh Adaptasi Tingkah laku
1. Mimikri
adalah perubahan warna kulit hewan sesuai lingkungan tempat ia tinggal, contohnya bunglon. Apabila bunglon tinggal di daun yang hijau, tubuhnya akanberwarna hijau seperti daun. Serangga juga memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya seperti belalang yang memiliki bentuk seperti daun dan ranting. Hal ini menyebabkan bunglon terhindar dari pemangsanya
Gb. Bunglon

2. Autotomi
yaitu mengelabuhi musuh dengan cara memutuskan ekor. Cecak merupakan contoh hewan yang ekornya mudah putus, dalam keadaan bahaya, cecak akan menggunakan cara itu untuk mengelabuhi musuh.
Gb. Cicak sedang autotomi

3. Hibernasi
Pada saat musim dingin ular bartahan hidup dengan cara hibernasi, yaitu terlelap pada tidur khusus yang sengaja dilakukan pada saat musim dingin.
4. Estivasi
Estivasi yaitu tidur dikala musim panas, pada saat musim panas beberapa hewan bergerak mencari perlindungan dan tidur karena udaranya sangat panas dan kering. Contoh hewan yang melakukan estivasi yaitu kelelawar dan tupai.
Gb. Kelelawar yang berlindung didalam gua

5. Munculnya paus ke permukaan laut
Paus merupakan hewan mamalia yang hidup diair. Mereka bernafas menggunakan paru – paru untuk mrnghirup undara yang menggandung oksigen, hewan tersebut muncul kepermukaan air laut. Gb. Paus Biru
6. Pengeluaran cairan tinta (tentacles) oleh cumi – dan gurita.
Untuk melindungi diri dalam keadaan bahaya cumi – cumi dan gurita akan mengeluarkan tinta hitam dari tubuhny, sehingga musuh tidak dapat mengetauhi keberadaannya karena lingkungannya gelap.
Gb. Gurita yang menyemprotkan tinta hitam

6. Perilaku Produksi
Dalam perilaku reproduksi, biasanya seekor hewan jantan bertarung dengan jantan lain. Hal ini terjadi agar dapat menguasai si betina dan dapat melakukan perkawinan untuk berkembang biak. Ada pula jantan yang menunjukkan bagian-bagian tertentu dari tubuhnya untuk menarik perhatian si betina. Contohnya, burung merak jantan akan mengembangkan bulu ekornya untuk menarik perhatian betina saat musim kawin.
Gb. Burung merak yang mengembangkan bulu ekornya

7. Adaptasi tingkah laku rayap
Pada saat mengalami pengelupasan kulit, hewan flagellata pada usus bagian belakang rayap ikut terkelupas. Untuk mendapatkan kembali flagellata tersebut, rayap biasanya memakan kembali kelupasannya kulitnya.







Gb. Rayap

 8. Pohon Jati
Pohon jati menggugurkan daunnya saat musim kemarau untuk mengurangi penguapan
Gb. Pohon jati meranggas








http://smpn4sdaarie9f02.wordpress.com/2012/03/12/adaptasi-makhluk-hidup/

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites